News Photo

KLHK Laksanakan Bimbingan Teknis Tempat Olah Sampah Sungai (TOSS), Program Patroli Sungai, dan Kemahiran Tanggap Bencana

  • Sabtu, 9 Oktober 2021

Depok, 9 Oktober 2021. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran Lingkungan (PPKL) mengadakan kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) dalam rangka koordinasi dan pemberdayaan dalam pengendalian pencemaran air, khususnya Daerah Aliran Sungai Ciliwung pada Jumat - Sabtu, 8 - 9 Oktober 2021.

Pada hari pertama penyelenggaraan bimbingan teknis yang mengangkat tajuk “Penguatan Peran Komunitas Masyarakat dan Pelatihan Tempat Olah Sampah Sungai (TOSS), Program Patroli Sungai, dan Kemahiran Tanggap Bencana” Direktorat Jenderal PPKL mengundang para Pimpinan Dinas Lingkungan Hidup yang ada di sepanjang Sungai Ciliwung, Pimpinan Komunitas Masyarakat dan pegawai lingkup ditjen PPKL berdiskusi tentang peningkatan peran komunitas masyarakat dalam pengendalian pencemaran air, TOSS, dan program patroli sungai. Kegiatan dibuka dengan penjelasan singkat dan arahan dari Luckmi Purwandari, Direktur Pengendalian Pencemaran Air yang lalu dilanjutkan dengan pemaparan dari para narasumber.

Menurut Ir. Hanni Adiati, M.Si, selaku Staf Khusus Menteri Bidang Jaringan Masyarakat dan Analisis Dampak Lingkungan, dalam paparannya menyampaikan bahwa untuk menghadapi masalah lingkungan terutama daerah sungai diperlukan semangat kerja sama dan analisis bersama dengan cara memperkuat jaringan dan dukungan antar komunitas peduli lingkungan dengan berbagai pihak. Komunitas memegang peran yang strategis sebagai mediator yang menghubungkan para pihak, seperti pemerintah, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.


Selain itu, dijelaskan juga program-program prioritas dari Gerakan Ciliwung Bersih (GCB) oleh Penny Susanti selaku Ketua GCB, salah satunya adalah program daur ulang sampah dan tempat olah sampah sungai (TOSS). Dengan disimulasikannya model TOSS di seluruh Komunitas Peduli Ciliwung (KPC), Penny berharap kedepannya dapat tercipta mekanisme pemeliharaan kebersihan bukan hanya pada aliran sungai saja tetapi juga di sumber sampah.


Program TOSS sebagai salah satu solusi pengendalian pencemaran sungai ini pun dijelaskan lebih dalam oleh Supriadi Legino, Komisaris Utama Comestoarra.com.  Supriadi menyampaikan “Apabila sampah selesai disumbernya maka tak akan ada sampah lagi yang dibuang ke sungai,” ujarnya. Satu dari banyak cara mengolah sampah dapat dilakukan dengan proses biodrying/peuyeumisasi yaitu teknik mengolah sampah menjadi bahan energi, yang ditemukan oleh Supriadi dan rekannya. TOSS dapat menjadi solusi pengendalian pencemaran sungai karena mempermudah pemilahan dan pengolahan tanpa bau busuk serta dapat menciptakan sirkuler ekonomi karena outputnya dapat digunakan oleh masyarakat. 


Kegiatan pada hari pertama ditutup dengan materi yang diberikan oleh Hidayat dan tim Yayasan Sahabat Ciliwung. Materi yang disampaikan adalah program patroli sungai dan  pengantar tanggap kebencanaan. Materi tanggap kebencanaan terkait penggunaan helm, pelampung, dan alat-alat lainnya, peserta dalam kesempatan ini tidak hanya diberikan materi tetapi juga diajak berinteraksi dengan alat peraga dan berdiskusi dengan instruktur pelatih.


Hari kedua bimbingan teknis, Sabtu, 9 Oktober 2021 seluruh peserta diajak  terjun langsung kelapangan yang berlokasi di Sungai Ciliwung segmen Jembatan Tol Cijago Depok yang dibina oleh tim Yayasan Sahabat Ciliwung. Peserta diberikan arahan terkait kegiatan yang diperlukan dalam melakukan patroli sungai dan kemahiran tanggap bencana, mulai dari cara mengoperasikan perahu karet, teknik dayung, hingga cara melakukan proses evakuasi menggunakan tali. 


Plt. Direktur Jenderal PPKL, Sigit Reliantoro yang hadir pada hari kedua menyampaikan “Kegiatan bimtek hari ini bertujuan agar pegawai Ditjen PPKL juga mengetahui program patroli sungai yang merupakan kegiatan yang dibina oleh KLHK, serta memberikan pelatihan agar pegawai kita paham dalam prosedur tanggap bencana, sehingga siap saat dibutuhkan”. Sigit Reliantoro juga berkesempatan melakukan susur sungai bersama rombongan kecil dan berinteraksi dengan masyarakat di sepanjang sungai yang dilalui sambil memberikan edukasi lingkungan.


Salam Lestari!



Tim: Romi Setiawan, Ostra Bayu Samodra, M. Reza, Cintya.



]

Original text