News Photo

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dukung Program Hutan Tanaman Energi sebagai Upaya Transisi Energi di Sektor Pembangkit

  • Rabu, 19 Januari 2022
Bandung Barat, 19 Januari 2022. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diwakili oleh Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Sigit Reliantoro bersama dengan Plt. Bupati Bandung Barat, Hengky Kurniawan menghadiri penanaman perdana Hutan Tanaman Energi (HTE) yang berlokasi di Kota Baru Prahyangan, Desa Cipendeuy, Kabupatan Bandung Barat. Sekali dayung dua pulau terlampaui, kegiatan diselenggarakan oleh PT Indonesia Power tersebut tidak hanya mendorong penggunaan Energi Baru Terbarukan (EBT), tetapi juga gerakan untuk kelestarian alam Indonesia dengan menanam lebih dari 5.000 pohon tanaman energi yang serempak dilakukan di dua puluh tiga unit Pembangkit milik PT Indonesia Power seluruh Indonesia.
Kegiatan ini diinisiasi oleh PT Indonesia Power atas dasar semangat pencapaian target Rencana Umum Energi Nasional (KEN: PP Nomor 79 Tahun 2014) tentang bauran energi nasional untuk EBT sebesar 23% pada tahun 2025. Target tersebut sejalan dengan komitmen Paris Agreement yaitu target pengurangan emisi Gas Rumah kaca (GRK) sebesar 29% terhadap Business as Usual (BAU) dan komitmen Indonesia dalam memberikan kontribusi terhadap solusi perubahan iklim global dalam United Nations Framework Covention on Climate Change (UNFCCC). Melalui HTE diharapkan mampu memberikan sumbangan potensi energi terbarukan sebesar 443.208 MW dimana pemanfaatan sampai saat ini masih rendah 32.072 MW (11,4%) di tahun 2019 dan mampu memenuhi harapan konsumen PLN yang menginginkan listrik yang andal, murah, dan hijau melalui produk premium energi terbarukan dengan kualitas yang prima, dibandingkan harus menggunakan cadangan batu bara highrank rendah yang harganya cenderung naik.
M. Ahsin Sidqi, Direktur Utama PT Indonesia Power saat acara Penanaman Perdana HTE, menyampaikan bahwa "Indonesia Power sebagai bagian dari PLN Grup yang merupakan Badan Usaha Milik Negara tentunya sangat mendukung segala sesuatu yang ditargetkan Pemerintah, terutama dalam lingkup kerja Indonesia Power untuk meningkatkan EBT yang salah satunya dengan mengoptimalkan co-firing, juga tentunya untuk menjaga kelestarian lingkungan, maka dari itu kita lakukan gerakan menanam tanaman atau pohon energi ini di seluruh unit kerja.”
Direktur Jenderal PPKL, menyampaikan dalam kegiatan tersebut ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Direktur Utama Indonesia Power beserta jajarannya yang telah menginisiasi penanaman pohon kalindra untuk program hutan tanaman energi. Usaha ini sejalan dengan komitmen Net Zero Emission 2060 (NEZ) dan FOLU Net Sink 2030 atau yang lebih cepat. Upaya pencapaian NEZ dan FOLU Net Sink adalah kerja bersama yang dilakukan dengan pengurangan emisi dan penyerapan karbon, tingkat deforestasi ditekan melalui mekanisme moratorium perizinan serta pemulihan lahan dan perlindungan dan pengelolaan Ekosistem Gambut. Sigit Reliantoro, juga menyampaikan hal ini adalah contoh baik dalam memahami arahan Presiden Joko Widodo terhadap salah satu dari tiga isu utama Presidensi G20 Indonesia yaitu Transisi Energi, merubah penggunaan energi menjadi energi yang lebih efektif dan berkelanjutan serta ramah lingkungan.
 
Jenis pohon yang ditanam pada HTE adalah pohon gamal, lamtoro dan kaliandra yang dikenal sebagai pohon energi karena memiliki kandungan energi panas atau nilai kalor masing-masing 4.548 kkal/kg, 4.967 kkal/kg, dan 4.617 kkal/kg. Selanjutnya biomassa yang dihasilkan dari tanaman energi tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga uap (PLTU) sebagai campuran batubara untuk dorong target bauran EBT 23% pada tahun 2025.
Di lokasi Kabupaten Bandung Barat, dipilih tanaman pohon Kaliandra. Pemilihan jenis Kaliandra dikarenakan merupakan salah satu upaya ecoinovasi Indonesia Power dalam rangka menjawab tantangan mewujudkan kemandirian energi. Pohon Kalindra dapat dibuat pelet kayu sebagai bahan bakar energi terbarukan yang hampir sama dengan batu bara berdasarkan penelitian Balai Besar Pelatihan Pengembangan Masyarakat, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi. Lebih khusus seluruh bagian pohonnya dapat dipergunakan, seperti daunnya untuk pakan ternak karena memiliki jumlah protein hampir 24% serta bunganya yang estetik mirip dengan bunga Sakura, sehingga pemandangan juga lebih Indah. Pohon kaliandra juga ramah lingkungan karena polusi sangat rendah dan mudah ditanam. Penanaman pohon kaliandra dilaksanakan di Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang ini sangat cocok di dataran tinggi dan mudah tumbuh di musim kemarau dan musim penghujan. Pohon Kaliandra juga dapat menahan laju erosi karena memiliki akar tunjang yang memiliki akar tunjang dan serabut.
 
Hengky Kurniawan, dalam kesempatan sambutannya sangat mengapresi upaya ini, “Menanam pohon adalah tindakan yang baik dan harus dilanjutkan, “Kita menanam kebaikan dan memelihara kebaikan untuk seluruh mahluk hidup dan lingkungan” ujar Plt Bupati. Beliau juga mengajak untuk menjaga lingkungan dan sumber daya alam Indonesia, karena ini adalah rumah kita.
 
PT Indonesia Power sendiri terus berkomitmen melakukan perbaikan dan pencarian inovasi untuk lingkungan. PT Indonesia Power menerapkan strategi kinerja operasional kelas dunia melalui penerapan Kesempurnaan Operasi dan Pengelolaan Terbaik, Peningkatan Green and Clean Power Plant dengan prinsip Low Carbon Energy Development (LCE), serta Penambahan portfolio bisnis diluar kegiatan pembangkit. Upaya ini secara nyata mulai menampakan keberhasilan dengan perolehan empat peringkat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Emas untuk PT. Indonesia Power di tahun 2021. Program ini sejalan dengan arahan Bapak Presiden Republik Indonesia yang telah mencanangkan transformasi energi baru terbaharukan dan akselerasi ekonomi berbasis teknologi hijau dan rendah karbon.
 
Penulis: Romi Setiawan
Editor: Bekti Budhi Rahayu


]

Original text