News Photo

AKSI BERSIH PANTAI TUMBUHKAN KESADARAN DAN KEPEDULIAN PENTINGNYA MENJAGA LINGKUNGAN PESISIR DAN LAUT

  • Sabtu, 12 Maret 2022
Tangerang, 12 Maret 2022. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Alue Dohong memimpin kegiatan bersih pantai atau Coastal Clean Up, di kawasan pantai Tanjung Pasir, Tangerang, Provinsi Banten. Kegiatan ini merupakan rangkaian agenda Peringatan Hari Bakti Rimbawan Tahun 2022 dengan mengusung tema “Rimbawan Menjaga Lingkungan, Menyukseskan Presidensi G20 Indonesia”.
 
Tidak hanya di Pantai Tanjung Pasir, kegiatan bersih pantai dilaksanakan serentak di hari yang sama di 7 (tujuh) lokasi pantai di beberapa lokasi yaitu di Kawasan Mangrove Muara Sungai Tukad Badung, Kota Denpasar; Pantai Biringkassi, Kab. Pangkep; Pantai Tanjung Laut Kota Bontang; Pantai Pasir putih, Kab. Karawang; Pantai Ancol Gen, Lampung; Pantai Batu Bintang, Kab. Sukabumi; Pantai Lasonrai, dan Kab. Barru.
 
Turut hadir pada kesempatan ini, Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim, Kepala Badan Standardisasi Instrumen LHK, Staf Ahli Menteri (SAM) Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam, SAM Bidang Industri dan Perdagangan Internasional, Eselon II KLHK, Kepala Dinas LH dan Kebersihan Kabupaten Tangerang, dan Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal) III.
 
Antusiasme peserta bersih pantai terlihat tinggi yang terdiri dari masyarakat sekitar pantai, pelajar, pramuka, Pemerintah Daerah, pegawai perusahaan dan komunitas pecinta lingkungan. Kegiatan ini sebagai sarana edukasi yang efektif untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat untuk melakukan pengendalian pencemaran pesisir dan laut. Dalam aksi bersih pantai hari ini di 8 lokasi terkumpul total 10.363,7 kg sampah.
 
Dunia usaha turut mendukung kegiatan bersih pantai di beberapa lokasi antara lain: PT. Indonesia Power Unit Pesanggaran; PT. Semen Tonasa; PT. Badak LNG; PT. Pertamina Hulu Energi ONWJ; PT. Pupuk Sriwijaya; PT. Indonesia Power Pelabuhan Ratu; PT. PLN (Persero) PLTU Barru; dan PT. PJB Muara Karang.
 
Kegiatan Coastal Cleanup (CCU) merupakan Gerakan Aksi Bersih Pantai yang memberikan kesempatan bagi masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan untuk dapat berpartisipasi dalam kampanye pengendalian pencemaran pesisir dan laut, terutama yang bersumber dari sampah laut.
 
Sumber pencemaran pesisir dan laut tersebut, sekitar 80% berasal dari kegiatan di daratan, bersumber dari kegiatan di wilayah pesisir dan dari aliran sungai yang bermuara di pesisir dan laut. Sampah plastik yang dijumpai di suatu lokasi pesisir dan laut juga bersifat lintas batas wilayah administrasi (trans-boundaries), yang dapat berpindah dari satu wilayah pesisir ke wilayah pesisir lainnya mengikuti pola arus laut. 
 
Dalam kesempatan ini saya mengajak seluruh jajaran mari bersama-sama menjadikan diri dan institusi kita sebagai kontributor dan model dari upaya menjaga lingkungan untuk bahu membahu memberikan kontribusi pemikiran ataupun kegiatan nyata di lapangan. Indonesia memandang sangat penting untuk memastikan bahwa komitmen-komitmen tersebut dipenuhi melalui kebijakan dan aksi-aksi nyata”, ucap Wamen Alue.
 
KLHK melakukan pemantauan sampah laut pada tahun 2021 yang dilaksanakan di 23 provinsi, 24 Kabupaten/kota dan 46 pantai. Berdasarkan hasil analisis data pemantauan, sampah yang paling banyak dijumpai dan memiliki kepadatan tertinggi dari semua lokasi pada tahun 2021 berasal dari jenis plastik sebesar 44%. Sampah kedua terbanyak jenis kaca dan keramik sebesar 15%.
 
Gerakan Aksi Bersih Pantai ini dari tahun ke tahun semakin meningkat, seiring dengan semakin meningkatnya kesadaran bersama untuk mengatasi dampak sampah plastik di laut terhadap kualitas perairan laut dan keanekaragaman hayati. Kegiatan ini merupakan upaya konkret Indonesia untuk merespon tantangan baru masyarakat global dalam menjaga ekosistem laut, yakni isu sampah plastik dan mikroplastik.
 
KLHK mendorong para pihak membangun aksi bersih-bersih pantai dan laut di berbagai tempat. Sambil menggugah kesadaran masyarakat, KLHK menunjukkan perlunya membersihkan pantai maupun laut secara berkelanjutan dengan aksi-aksi bersama semua pemangku kepentingan.
 
Wamen Alue Dohong menegaskan upaya penanganan sampah seperti ini tidak hanya parsial dan dilakukan saat ini saja. Harapannya terus-menerus dilakukan sehingga menjadi sebuah gerakan nasional. "Kegiatan ini merupakan bagian upaya kita menumbuhkan kesadaran semua pihak, supaya terus membersihkan pantai kita agar bebas dari polusi plastik dan polutan lain" kata Wamen Alue.
 
 
Penulis: Hanum Sakina


]

Original text