News Photo

TALKSHOW PENGHARGAAN PROPER TAHUN 2017 “Creating Value: Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Masyarakat Untuk Kelestarian Lingkungan”

  • Sabtu, 16 Desember 2017
Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) adalah program pembinaan terhadap industri yang bertujuan mendorong ketaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup. PROPER merupakan program pembinaan terhadap industri yang bertujuan mendorong ketaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup, melalui penyebaran informasi kinerja kepada masyarakat (public disclosure). Selain itu, PROPER juga bertujuan untuk mendorong industri menerapkan prinsip ekonomi hijau dengan kriteria penilaian kinerja sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, konservasi air, pengurangan emisi, perlindungan keanekaragaman hayati, 3R limbah B3 dan limbah padat Non B3 serta mengurangi kesenjangan ekonomi dengan menerapkan program pemberdayaan masyarakat.
 
Peringkat PROPER dibagi menjadi 5 yaitu EMAS, HIJAU, BIRU, MERAH, dan HITAM. Peringkat tertinggi adalah EMAS dan peringkat terburuk adalah HITAM. Perusahaan yang memperoleh peringkat EMAS adalah perusahaan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi, melaksanakan bisnis yang beretika, dan bertanggung jawab terhadap masyarakat. Aspek penilaian ketaatan yang dievaluasi dalam penghargaan PROPER meliputi izin lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengolahan limbah B3, dan potensi kerusahan lahan khusus untuk kegiatan pertambangan.
 
Penghargaan PROPER diberikan setiap tahun kepada perusahaan yang mengikuti evaluasi kinerja pengelolaan lingkungan yang diselenggarakan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Untuk menyambut Penghargaan PROPER Tahun 2017, Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL), menyelenggarakan kegiatan Talkshow Penghargaan PROPER Tahun 2017 dengan tema “Creating Value: Kolaborasi Pemerintah, Dunia Usaha, dan Masyarakat Untuk Kelestarian Lingkungan Hidup”. Acara ini diselenggarakan di Rimbawan I Manggala Wanabhakti Jakarta. Peserta Talkshow berasal dari 250 perusahaan kandidat PROPER HIJAU dan media massa. Diharapkan acara ini menjadi wadah sosialisasi dan berbagi pengalaman sehingga dapat mendorong perusahaan lain untuk mengembangkan inovasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. 
 
Kegiatan bincang-bincang ini dipandu Rosianna Silalahi dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama membahas mengenai peran Community Development dalam pengelolaan lingkungan hidup. Sesi ini dibahas mengenai Local Hero di masing-masing daerah sebagai wujud keberhasilan pemberdayaan masyarakat. Agnes Aristarini mewakili Dewan Pertimbangan PROPER dan Dr. Erwan Agus Purwanto, Dekan FISIPOL UGM menjelaskan pentingnya Community Development bagi perusahaan sebagai perancangan strategi perusahaan sebagai solusi masalah kebutuhan sosial dan kegiatan usaha. 
 
Beberapa Local Heroes yang ikut serta membagi pengalaman yaitu Ibu Hj. Suraidah, Bapak Abdul Nasir, dan Bapak H. Ocang. Ibu Hj. Suraidah yang menegakkan kebangsaan dan membangun masa depan yang sempat hilang bagi anak-anak dari Tenaga Kerja Indonesia  di Sekolah Tapal Batas, wilayah Pulau Sebatik. Melalui Sekolah Tapal Batas, Ibu Hj. Suraidah mendidik dan membina anak-anak TKI di Sekolah Tapal Batas yang sebelumnya memiliki kendala dalam hal pendidikan, administrasi kewarganegaraan, dan akses pemenuhan kebutuhan sehari-hari.
 
Bapak Abdul Nasir dari Kelompok Petani Tri Karya yang memberdayakan masyarakat melalui pertanian organik, memperkuat ketahanan pangan dan memutus rantai Bank Thithil (rentenir) yang merangkap petani dalam kemiskinan absolute. Saat ini kelompok petani binaan Bapak Abdul Nasir menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat dan bahkan akademisi. Ketokohannya juga dapat membantu menciptakan kohesi sosial dan suasana dialog yang konduksif antara masyarakat dan perusahaan.
 
Bapak H. Ocang di Kampung Ciguha Jawa Barat dianggap sebagai pahlawan dalam mencegah bencana akibat penambangan tanpa izin (PETI). Penambangan Emas Tanpa Ijin adalah suatu fenomena yang terjadi di banyak wilayah di Indonesia. Bapak H. Ocang menjadi mitra bagi pemerintah dan aparat dalam melakukan penyadaran kepada masyarakat dan mengajak masyarakat Kampung Ciguha untuk beralih profesi, meninggalkan kegiatan penambangan tanpa ijin yang dapat merusak kehidupan dan masa depan warga Kampung Ciguha dan mengancam keselamatan dan masa depan ribuan warga lainnya yang menggunakan sungai Cikaniki.
 
Pada sesi selanjutnya dibahas mengenai peran PROPER yang mendorong dunia usaha meningkatkan daya saingnya sekaligus memajukan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat di sekitar tempat mereka beroperasi. Pembelajaran yang diperoleh perusahaan melalui PROPER telah menggeser orientasi programnya yang semula bersifat karitatif (charity) menjadi pemberdayaan masyarakat (empowerment). PROPER juga mendorong kemitraan antar sektor melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan, dan monitoring evaluasi program pengembangan masyarakat. Pengalaman ini dibagi oleh para pemimpin perusahaan besar yaitu Iwan Agung Firstantara (Direktur Utama PT.PJB), Hari Widjajanto (Direktur Operasi PT. Antam tbk), dan Nanang Abdul Manaf (Presiden Direktur PT Pertamina EP). Turut hadir sebagai narasumber dari pihak Pemerintah yaitu Direktur Jenderal PPKL, MR Karliansyah, Ketua Dewan Pertimbangan PROPER, Prof. Prof. Sudharto P Hadi.
 
Dengan diadakannya Penghargaan PROPER, diharapkan mampu mendorong perusahaan untuk terus melakukan inovasi pengelolaan lingkungan. Selain itu, diharapkan PROPER menciptakan kerjasama dan komitmen diantara pemangku kepentingan baik Pemerintah, Dunia Usaha, dan Masyarakat dalam melakukan pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup. Selama 12 tahun dari 2003 sampai dengan 2016 berhasil mendorong ketaatan  perusahaan terhadap peraturan lingkungan dari 49% menjadi 85% tren jumlah Industri dengan rata-rata peningkatan pertahun sebanyak 42%.
 
Selain membahas mengenai pengalaman dan kiat pengelolaan lingkungan, Talkshow ini juga menyuguhkan penampilan musik dari anak-anak Sekolah Tapal Batas Pulau Sebatik dan Eks Anak Jalanan Yayasan Kumala. Mereka ini adalah binaan dan contoh nyata kerjasama pemberdayaan yang dilakukan oleh perusahaan dan masyarakat guna meningkatkan taraf hidup yang lebih baik.
 
PROPER mendorong pengembangan masyarakat dan berhasil mendorong konsistensi perusahaan dalam pelaksanaan program pengembangan masyarakat (community development) sebagai bentuk tanggung jawab sosial (corporate social resposibility) yang lebih berorientasi pada pemberdayaan daripada karitatif. Strategi ini tidak semata berorientasi pada hasil, namun juga menekankan sisi proses belajar bersama, sehingga konsolidasi antarpihak bisa terjadi, demi kepentingan bersama mencapai masyarakat yang mandiri dan sejahtera.
 


]

Original text