Asia Pasific Forestry Week 2019 (APFW 2019)

  • Senin, 1 Juli 2019
Incheon, 21 Juni 2019. Asia Pasific Forestry Week 2019 (APFW 2019) sesi ke-28 dan Asia Pasific Forestry Commision (APFC) diselenggarakan oleh Korea Forest Service (KFS) dan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO). Acara ini diselenggarakan di Songdo Convensia Convention Center, Incheon, Korea Selatan, 17-21 Juni 2019. APFW 2019 menjadi salah satu pertemuan kehutanan terbesar dan paling penting di kawasan Asia-Pasifik pada 2019. APFW 2019 menjadi acara keempat setelah acara yang diadakan di Hanoi, Vietnam pada bulan April 2008, Beijing, Cina pada bulan November 2011, dan Pampanga, Filipina pada Februari 2016. APFW 2019 terdiri dari berbagai workshop/lokakarya, seminar, dan pameran. Acara ini memberikan tempat untuk banyak stakeholder baik Pemerintah, swasta/dunia usaha, akademisi, peneliti, maupun Lembaga Swadaya Masyarakat dari negara-negara kawasan Asia Pasifik untuk membahas dan berbagi pandangan tentang isu di sektor kehutanan.
 
Direktorat Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (Ditjen PPKL) berpartisipasi pada booth pameran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Peserta booth KLHK terdiri dari perwailan Ditjen PPI, BLI, dan Ditjen PPKL. Tujuan keikutsertaan pameran ini adalah (1) publikasi kinerja dan kegiatan Direktorat Jenderal PPKL mengenai pengelolaan ekosistem dan pengendalian kerusakan gambut kepada dunia internasional; (2) memberikan informasi kepada pengunjung pameran mengenai kinerja, peraturan, kegiatan, dan upaya Pemerintah Indonesia dalam pengendalian kerusakan gambut; dan (3) liputan kegiatan Pameran Asia Pasific Forestry Week 2019 dan Peluncuran Website SiMATAG (Sistem Informasi Pemantauan Tinggi Muka Air Tanah di Lahan Gambut) oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
 
Jumlah pengunjung kurang lebih 100 orang per hari dari peserta konferensi APFW dan pengunjung umum. Petugas informasi memberikan informasi dan menjawab pertanyaan dari pengunjung booth. Informasi disediakan melalui buku, leaflet, film, maupun poster. Kebanyakan pengunjung tertarik dengan informasi poster yaitu upaya restotasi fungsi ekosistem gambut oleh Pemerintah Indonesia.
 
Pada stand KLHK ditampilkan buku-buku dan flyer yang dapat memberikan informasi kepada pengunjung mengenai upaya dan kinerja pengendalian kerusakan gambut di Indonesia yaitu:
  1. Buku Corrective Action – Tata Kelola Gambut di Indonesia (Eng Ver).
  2. Leaflet Indonesia Policy on Peatland Protection and Management.
  3. Leaflet Restoration of Peat Ecosystems Function.
  4. Status of Degradated Peat Ecosystem Indonesia.
  5. Regulations of The Goverment Number 71 of 2014 concerning Peat Ecosystem Protection and Management.
  6. The Ministry of Environment and Forestry Number P.14/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 concerning Procedure for the Inventory and Designation of Functions of Peatland Ecosystem; P.15/ MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 concerning Procedures for the Measurment of Groundwater Level at Peatland Ecosystem Organization Points; P.16/ MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 concerning Technical Guidelines for the Restoration of Peatland Ecosystem Functions.
 
Selain memberikan informasi, Ditjen PPKL juga memberikan souvenir khas Indonesia kepada pengunjung stand KLHK yaitu pembatas buku wayang kulit dan dompet batik 200 buah. Pengunjung sangat antusias dengan souvenir dan menjadi daya tarik tersendiri. Tidak hanya membagikan souvenir, petugas informasi juga memberikan pengetahuan mengenai kinerja KLHK khususnya gambut.
 
Dalam stand KLHK juga ditampilkan kompilasi film mengenai kinerja Pemerintah Indonesia di bidang kehutanan. Salah satunya adalah pengendalian kerusakan gambut. Ditjen PPKL menampilkan 6 (enam) buah film yang menarik perhatian pengunjung yaitu:
  1. Pengelolaan Gambut di Indonesia 1 (English Version)
  2. Pengelolaan Gambut di Indonesia 2 (English Version)
  3. Procedure for determining Ground Water Levels
  4. Jambi dalam Kepungan Asap
  5. Sekat Kanal (English Version)
  6. Pengelolaan Gambut di Indonesia


]

Original text