News Photo

Talk Show Inisiatif dan Inovatif Pengendalian Sampah Laut Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut Pekan Lingkungan Indonesia Jakarta 11 Juli 2019

  • Sabtu, 13 Juli 2019
Dalam rangka Pekan Lingkungan Indonesia Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut (PPKPL) Dirjen Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLHK mengadakan talkshow . Talkshow kali ini mengangkat tema Inisiatif dan Inovasi Penanganan Sampah Laut.

Talkshow dibuka oleh Dirjen PPKL Direktur Jenderal PPKL, Bp. MR Karliansyah menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai langkah kebijakan dan aksi nyata untuk mengatasi persoalan sampah laut. Pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 83 Tahun 2018
tentang
Penanganan Sampah Laut yang berisikan strategi, program, dan kegiatan yang sinergis, terukur, dan terarah untuk mengurangi jumlah sampah di laut, terutama sampah plastik, dituangkan dalam bentuk Rencana Aksi Nasional Penanganan Sampah Laut Tahun 2018-2025. Sebagai moderator dalam talkshow adalah Bp. Dida Mighfar Ridha Direktur PPKPL, dengan naraumber  Bp. Muhammad Dede Dermawan Assisstant Analyst Lingkungan PT PJB, Ibu Jeanny Primasari Ketua Zero Waste Nusantara (ZWN), serta Bp Ardian Prahara dari Dinas Lingkungan Hidup DKI.

Inovasi Penanganan Sampah Laut mencakup reuse, reduse dan recycle, alternatif penggunaan plastik, Aksi bersih sampah laut termasuk Gerakan Bebersih Ciliwung dari hulu hingga hilir dalam rangka mengendalikan sampah laut yang berasal dari darat, dan monitoring sampah laut.

Jeany Primasari menyampaikan bahwa polusi yang ada di laut dapat membunuh kehidupan. Diperlukan inisiatif untuk menghentikan produksi sampah dari sumbernya. Zero Waste Nusantara mengharapkan agar pemerintah lebih tegas dalam menegakkan peraturan. Ada bimbingan ke masyarakat untuk meminimisasi penggunaan plastik sekali pakai, juga diperlukan mekanisme pengangkutan sampah yang sudah dipilah, serta sosialisasi letak bank sampah.

Dinas Lingkungan Hidup DKI menyampaikan, bahwa dalam menangani sampah laut saat ini telah ada 4 kapal kargo pegangkut sampah dan akan ditambah 10 kapal kargo lagi. Suku Dinas LH Kepulauan Seribu juga telah menerapkan “tangkap tangan” bagi masyarakat yang diketahui membuang sampah tidak pada tempatnya. Salah satu permasalahan yang ada saat ini adalah musim laut yang tidak menentu brakibat terhadap pengelolaan sampah yang menjadi lebih sulit.

Dalam upaya inisiatif dan inovasi penanganan sampah laut, PJB memiliki program CCU, pengurangan sampah plastik di hulu berkolaborasi dengan pengolah sampah, sosialisasi ke masyarakat, serta telah melaunching buku Big Plastic Pollution.

PJB juga telah melakukan edukasi ke masyarakat pesisir, serta berinovasi dalam penggunaan plastik untuk penanaman terumbu karang.

Di akhir sesi, Direktur PPKPL menyampaikan bahwa berbagai pemangku kepentingan, meliputi unsur pemerintah, pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas masyarakat dan lainnya telah melakukan inisiatif dalam menangani sampah laut. Adanya inovasi serta inisiatif pengelolaan sampah laut merupakan upaya-upaya yang sangat penting, baik yang dilakukan di hulu atau pun di hilir. Diperlukan keterlibatan semua pihak, kerjasama dengan semua pemangku kepentingan secara terus menerus sampai menunjukkan hasil. Berbagai keberhasilan dari inisiatif dan inovasi yang telah dilakukan dapat menjadi contoh untuk melakukan kegiatan serupa, khususnya dalam penanganan sampah laut.


]

Original text