News Photo

Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan 2019: “Beat Air Pollution”

  • Sabtu, 13 Juli 2019
Jakarta, 13 Juli 2019. Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PLHK) kembali bergulir selama 3 hari sejak tanggal 11 – 13 Juli 2019 di Cendrawasih Hall, Jakarta Convention Center (JCC). Penyelenggaraan PLHK ini merupakan puncak dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang  jatuh setiap tanggal 5 Juni, dan bertujuan sebagai sarana penyebarluasan informasi/sosialisasi mengenai prestasi dan program-program pengelolaan lingkungan hidup dan kehutanan di Indonesia, serta pembinaan terhadap masyarakat melalui kampanye dan pendidikan lingkungan. Tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, PLHK 2019 menghadirkan pameran dengan puluhan stan, seminar dan talkshow, berbagai jenis pertunjukan seni, serta kompetisi-kompetisi menarik termasuk Eco Driving Rally. Acara yang mengusung tema “Biru Langitku, Hijau Bumiku” ini dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla, yang didampingi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar.
 
Dalam kesempatan ini, Jusuf Kalla menyerahkan penghargaan Kalpataru kepada 10 tokoh yang terdiri dari tiga kategori yaitu Perintis Lingkungan, Pengabdi Lingkungan, dan Penyelamat Lingkungan. Penghargaan Kalpataru Kategori Perintis Lingkungan diberikan kepada Lukas Awiman Barayap (Kabupaten Manokwari, Papua Barat), Sucipto (Kabupaten Lumajang, Jawa Timur), Eliza (Kabupaten Sumbawa Barat, NTB), dan Nurbit (Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara). Selanjutnya, kategori Perintis Lingkungan diraih oleh Meilinda Suriani Harefa (Kota Medan, Sumatera Utara), M. Hanif Wicaksono (Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan), dan Baso Situju (Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan). Sedangkan kategori Penyelamat Lingkungan disematkan kepada Kelompok Masyarakat Dayak Iban Menua Sungai Utik (Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat), KPHA Depati Kara Jayo Tuo Desa Rantau Kermas (Kabupaten Merangin, Jambi), dan Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari (Kabupaten Badung, Bali). Selain itu, dengan didampingi oleh Menteri LHK, beliau juga memberikan Penghargaan Khusus Perempuan Inspirator Lingkungan Hidup dan Kehutanan kepada Sri Murniati Djamaludin, atas upayanya melakukan pengelolaan lingkungan hidup, terutama mengembangkan pengelolaan sampah melalui kegiatan pembuatan kompos, bank sampah dan kebun tanaman obat yang dikenal dengan nama Kebun Karindra.
 
PLHK 2019 diikuti oleh peserta dari Kementerian terkait, pemerintah daerah, BUMN, perusahaan swasta nasional dan multinasional, LSM, badan dan organisasi nasional dan internasional, perguruan tinggi, serta komunitas-komunitas yang terkait dengan bidang lingkungan. Jumlah pengunjung pun terhitung meningkat dibanding PLHK tahun lalu yang meraup jumlah pengunjung sebanyak 20.128 orang. PLHK 2019 mampu mencatat jumlah pengunjung sebanyak 26.024 orang dari berbagai kalangan masyarakat, sehingga peningkatan jumlah pengunjung hampir mencapai angka 6.000. 94 stan berdiri selama 3 hari berturut-turut meramaikan pameran. Jusuf Kalla, yang didampingi oleh Siti Nurbaya Bakar, serta Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), M.R. Karliansyah, sempat meninjau dan berkeliling ke area stan selepas membuka acara. Beliau pun singgah di stan Direktorat Jenderal (Ditjen) PPKL, dan mendapat keterangan mengenai Teknologi Pemantauan yang dimiliki oleh Ditjen PPKL yaitu SiMATAG (Sistem Informasi Muka Air Tanah Gambut), ONLIMO (Online Monitoring Water Quality), dan AQMS (Air Quality Monitoring System). Sejumlah seminar, dialog, workshop, dan talkshow, juga terus bergulir di panggung utama, panggung kedua, serta lower lobby JCC. Berbagai kompetisi juga digelar demi memeriahkan PLHK 2019, seperti lomba menggambar dan mewarnai, photo & vlog hunting competition, lomba insinyur cilik, serta lomba musisi jalanan. Eco Driving Fun Rally yang dilaksanakan pada hari terakhir pun mampu meraih peserta lebih banyak dibanding tahun lalu.
 
Ditjen PPKL sendiri membuka beberapa stan yang menampilkan Teknologi Pemantauan (untuk kualitas udara, air, dan gambut), Teknologi Pengendalian (teknik-teknik pengendalian pencemaran), Sumber dan Dampak Pencemaran Udara, Marine Litter (edukasi mengenai sampah laut), serta Pojok Milenial yang menjadi rest area bagi para pengunjung, serta tempat diskusi, khususnya untuk generasi milenial, mengenai topik-topik terkait lingkungan hidup. Di stan-stan tersebut, pengunjung mendapat banyak informasi dan edukasi mengenai pencemaran lingkungan, terutama bagi anak-anak sekolah dan generasi milenial. Selain itu, mereka juga membawa pulang suvenir-suvenir menarik setelah mengikuti beberapa permainan yang diadakan pada tiap-tiap stan Ditjen PPKL.
 
Di lower lobby JCC, Ditjen PPKL menyelenggarakan beberapa seminar. Di antaranya, Sosialisasi Tata Cara Penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengolahan Ekosistem Gambut, Sosialisasi dan Implementasi Permen LHK No. 10 tahun 2019, juga Ekspose Website SIMATAG-0,4 dan Paparan Terkait Titik Penataan Tinggi Muka Air Tanah di Lahan Masyarakat, oleh Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut. Sedangkan Direktorat Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Pesisir dan Laut menggelar Talkshow Inisiatif dan Inovasi Penanganan Sampah Laut. Ada juga Sosialisasi Peraturan Pengendalian Pencemaran Udara oleh Direktorat Pengendalian Pencemaran Udara. Lalu terakhir ada seminar Life Cycle Analysis yang dipandu oleh Sekretariat PROPER KLHK.
 
Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Ditjen PPKL juga turut memeriahkan PLHK 2019 dengan mengadakan Lomba Daur Ulang, Vlog Competition, dan penyerahan hadiah #LombaFotoPPKL yang sudah dilaksanakan sebulan sebelumnya melalui media sosial, dan mengundang pemenang tingkat SMP dan SMA yang berasal dari Medan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga NTT.
 
Hari ketiga PLHK 2019 diramaikan oleh 300 peserta dari klub otomotif mau pun umum, yang antusias untuk mengikuti Eco Driving Fun Rally. Setelah finish pun mereka tetap mengikuti rangkaian acara yang bertautan dengan Eco Driving, seperti diskusi dengan juara Eco Driving 2016, Fetrina Lestari, di Pojok Milenial, serta Talkshow dengan tema “Beat Air Pollution with Eco Driving” di panggung utama. Rangkaian acara pun diakhiri dengan pengumuman pemenang Eco Driving Fun Rally, dan secara resmi PLHK 2019 ditutup oleh Direktur Jenderal PPKL, M. R. Karliansyah.


]

Original text