News Photo

Bimbingan Teknis Dan Refreshment Operasional serta Perawatan Peralatan AQMS 2019

  • Senin, 14 Oktober 2019
Pada hari Senin sampai Rabu tanggal 14 – 16 Oktober 2019 di Hotel Aston Imperial Bekasi Direktorat PPU mengadakan kegiatan bimbingan Teknis dan refreshment operasional serta perawatan peralatan AQMS KLHK yang telah dibangun sejak tahun 2016. Peserta pelatihan berasal dari 26 DLH Kota antara lain Jambi, Palembang, Palangkaraya, Padang, Pontianak, Pekanbaru, Bajarmasin, Batam, Banda Aceh, Jakarta, Mataram, Makassar, Manado, Medan, Bengkulu, Bandar Lampung, Bandung, Depok, Bekasi, Semarang, Yogjakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Kupang dan Jayapura selain itu juga dari DLH Provinsi sebanyak 23 Provinsi antara lain Jambi, Kalimantan Tengah, Sumatera Selatan, Riau, Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kepulauan Riau, DKI Jakarta, Aceh, NTB, Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara, Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI. Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTT, Papua.
 
Acara dibuka oleh Dasrul Chaniago, Direktur Pengendalian Pencemaran Udara dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa tujuan dibentuk tim PIC di daerah adalah untuk mengatasi permasalahan yang ada di daerah. Tetapi sampai saat ini belum berjalan dengan baik mengingat masih banyaknya permasalahan di daerah yang terjadi dan tidak dilaporkan hingga KLHK mengidentifikasi dari Jakarta, selain itu kondisi fisik peralatan di daerah jarang dilihat oleh PIC sehingga ada beberapa kondisi tidak diinginkan yang terjadi seperti : stasiun ditumbuhi semak, AC di dalam stasiun dalam kondisi mati dan tidak semua petugas memahami data yang ditampilkan oleh alat sehingga banyak data up normal yang dibiarkan. Untuk ISPU PM2,5 agar dipisahkan dari ISPU yang lainnya dan agar berhati-hati dalam penetapannya dan menyampaikan ke publik karena rentangnya lebih ketat.
 
Selain materi tentang peralatan AQMS, peserta juga akan mendapatkan materi tentang pengelolaan Barang Milik Negara (BMN) yang mana BMN AQMS ini belum dilakukan inventarisasi sehingga setelah kegiatan Bimtek ini para PIC dapat melakukan inventarisasi BMN dan melaporkan secara semesteran ke KLHK.
 
Diharapkan setelah kegiatan ini para PIC di daerah nantinya dapat menyelesaikan permasalahan peralatan AQMS dan pengelolaan BMN AQMS didaerah.


]

Original text