News Photo

KLHK PEDULI COVID – 19 “GERAKAN BERSIH CUCI TANGAN”

  • Sabtu, 28 Maret 2020
Jakarta, 28 Maret 2020. Merebaknya pandemi Virus COVID-19 di Indonesia sejak Maret ini, memberikan dampak besar terhadapkehidupan manusia baik segi kesehatan, perekonomian, maupun aktifitas sosial. Hingga saat ini, pemerintah mengumumkan total pasien positif virus corona di Indonesia berjumlah1.046orang, 46orang sembuh, dan87 orang meninggal (data 27 Maret 2020). Pemerintah gencar menyusun rencana untuk menghadapi virus pandemi global ini. Terdapat dua cara yang menjadi kunci pengendalian penularan COVID-19 yang dapat dilakukan masyarakat adalah menjaga jarak dan rajin mencuci tangan dengan sabun.Mencuci tangan dengan sabun mencegah penularan virus COVID-19. Kandungan sabun terbukti secara klinis mampu membunuh bakteri, virus, dan kuman penyakit. Mencuci tangan dengan sabun adalah langkah dasar yang paling mudah dan aman untuk melindungi diri dari virus dan merupakan anjuran dari WHO.
 
Ahli kesehatan menganjurkan untuk mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir selama 20 detik. Sabun memiliki kandungan senyawa yang dapat mengikat molekul air dan minyak secara bersamaan, termasuk kuman yang berada di tangan. Kemudian, aliran air akan membawa pergi minyak bersama dengan kuman yang terikat. Oleh karena itu, mencuci tangan dengan waktu yang singkat kurang efektif untuk membunuh kuman. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) menganjurkan perbanyak busa saat mencuci tangan dengan sabun.
 
Tidak hanya pemerintah, berbagai pihak lainnya juga mulai melakukan langkah untuk mencegah penyebaran virus corona, seperti kolaborasi kepedulian pemerintah bersama dunia usaha. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), PT Musim Mas, Wings Group dan Komunitas berkolaborasi melakukan aksi peduli sosial dengan sosialisasi “Gerakan Bersih Cuci Tangan” dengan membagikan 50.000 sabun kepada masyarakat.Sabun yang dibagikan adalahsumbangan perusahaan yangmemproduksi sabun dengan bahan baku minyak sawit. Lokasi pembagian sabun yang dilaksanakan hari ini di Jagakarsa, Pasar Rebo, dan Serpong (2 lokasi). Selanjutnya sabun disertai pamflet tata cara cuci tanganyang benarakan dibagikan kepada masyarakat ke beberapa lokasidi sekitar Jabodetabek. Lokasidipilih atas dasar pertimbangan peta sebaran COVID-19.
 
KLHKjugamemberikan bantuan penyemprotan disinfektanyang terbuat dari bahan organik ke beberapa wilayah pandemi Jabodetabek. Penyemprotan disinfektan dinilai efektif cegah meluasnya virus COVID-19. Disinfeksi adalah suatu pencegahan dari berbagai jenis organisme berbahaya, baik virus dan bakteri maupun jamur yang bisa menyebabkan penularan penyakit.Untuk wilayah yang sudah ada yang positif COVID-19 maka wajib dilakukan disinfeksi karena untuk mencegah penyebaran lebih luas. Sementara bagi wilayah yang belum terdapat suspek juga disarankan melakukan disinfeksi.
 
Selain kegiatan penyemprotan dan pembagian sabun kepada masyrarakat, KLHK juga memberikan bantuan masker ke beberapa Rumah Sakit, Polsek, dan Puskesmas di wilayah Jakarta dan sekitarnya. Kegiatanyangsamaakan dilanjutkan besokhingga Rabu 1 April 2020 ke pemukiman warga wilayah pandemik dan pasar-pasartradisional di wilayah Jakarta.
 
Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, M.R. Karliansyah memimpin langsung kegiatan sosialisasi “Gerakan Bersih Cuci Tangan” dan penyemprotan disinfektan."Setiap individu dapat melindungi diri dari serangan virus COVID-19. Salah satunya adalah dengan rajin membersihkan tangan dengan sabun. Mari saling menjaga, saling melindungi, siapa pun yang ada di sekitar kita, utamanya adalah keluarga, ucap Karliansyah.


]

Original text